Jumat, 22 Maret 2013

contoh metode pembelajaran

Metode ceramah dan metode diskusi



A.    Metode ceramah

1.      Pengertian
Metode ceramah dapat di artikan sebagai cara menyajikan pembelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung kepada kelompok siswa.Metode ceramah merupakan metode yang sampai saat ini sering di gunakan oleh setiap guru atau instruktur.hal ini di sebabkan oleh beberapa pertimbangan tertentu juga hanya faktor kebiasaan baik dari guru atau pun siswa. Guru biasanya belum merasa puas manakala dalam proses pengelolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah. Demikian pula dengan siswa mereka akan belajar mana kala guru ada yang memberikan materi pelajaran melalui ceramah sehingga ada guru yang berceramah berarti ada proses belajar dan tidak ada guru berarti tidak ada belajar . metode ceramah merupakana cara yang di gunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran ekspositori.

2.      Kelebihan metode ceramah
1.      Metode ceramah merupakan metode yang murah dan mudah untuk di lakukan ,murah dalam hal ini tidak menggunakan peralatan-peralatan yang lengkap berbeda dengan metode yang lain.
2.      Ceramah dapat menyajikan materi yang luas artinya,materi pelajaran yang banyak dapat di rangkum atau di jelaskan pokok-pokoknya oleh guru dalam waktu yang singkat.
3.      Ceramah dapat memberikan pokok-pokok materi yang dapat di tonjolkan artinya guru dapat mengatur pokok-pokok materi yang mana perlu di tekankan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang akan di capai.
4.      Melalui ceramah guru dapat mengonrol keadaan kelas oleh karena sepenuhnya kelas tanggung jawab oleh guru yang memberikan ceramah.
5.      Organisasi kelas dapat di atur dengan menggunakan metode ceramah  dengan lebih sederhana ceramah tidak perlu menggunakan setting kelas yang beragam,atau tidak memerlukan persiapan yang rumit asal siswa dapat  tempat duduk dan mendengarkan guru,maka ceramah sudah dapat du lakukan.
3.      Kelemaham metode ceramah
1.      Materi yang dapat di kuasai siswa sebagai hasil ceramah akan terbatas dengan apa yang di kuasai guru . kelemahan ini memang kelemahan yang paling dominan ,sebab apa yang di berikan guru adalah apa yang di kuasai , sehingga apa yang di kuasai siswa akan tergantung pada apa yang di kuasai guru.
2.      Ceramah yang tidak di sertai peragaan dapat mengakibatkan terjadinya verbalisme,oleh karena itu dalam proses penyajiannya guru hanya mengandalkan bahasa verbal dan siswa hanya mengandalkan kemampuan auditifnya , sedangkan di sadari siswa mempunyai kemampuan yang tidak sama ,termasuk dalam menangkap materi  pembelajaran memalui  pendengarannya.
3.      Guru yang kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik,ceramah sering di anggap sebagai metode yang membosankan.  Walaupun secara fisik siswa ada di dalam kelas ,namun secara mental siswa tidak sama sekali mengikuti jalannya proses pembelajaran , pemikiran melayang kemana-mana ,siswa mengantuk,oleh karena gaya bertutur  guru tidak  menarik.
4.      Melalui ceramah sangat suliit untuk mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengerti apa yang di jelaskan atau belum.dan tidak ada satu orang pun yang bertanya , semua itu tidak menjamin siswa seluruhnya sudah paham.

4.      Langkah-langkah menggunakan metode ceramah

1.      Tahap persiapan

·         Merumuskan tujuan yang ingin di: proses yang bertujuan untuk merumuskan tujuan yang jelas merupakan langkah awal yang harus di persiapkan guru apa yang harus di kuasai siswa setelah proses pembelajaran dengan ceramag berakhir
·         Menentukan pokok-pokok materi yang akan di ceramahkan : keberhasilan suatu ceramah sangat tergantung kepada tingkat penguasaan guru tentang materi yang akan di ceramahkan
·         Mempersiapkan alat bantu : alat bantu sangat di perlukan untuk menghindar kesalahan dari persepsi dari siswa. Contoh alat bantu transparansi. Atau media grafis, untuk meningkatkan kualitas ceramah.

2.      Tahap pelaksanaan

a.       Langkah pembukaan
·         Yakinkan bahwa siswa memahami tujuan yang akan di capai
·         Lakukan langkah apersepsi yaitu langkah menghubungkan materi lalu dengan materi  yang akan di sampaikan.
b.      Langkah penyajian
·         Menjaga kontak mata secara terus menerus dengan siswa , yaitu suatu isyarat guru agar siswa mau memperhatikan.
·         Gunakan bahasa komunikatif dan mudah di cerna oleh siswa
·         Sajikan materi pembelajaran secara sistematis ,tidak meloncat-loncat agar mudah di cerna oleh siswa.
·         Tanggapilah respon siswa dengan segera.
·         Jagalah agar kelas tetap kondusif dan menggairahkan untuk belajar.
c.       Langkah mengakhiri atau menutup ceramah
·         Membimbing siswa untuk menarik kesimpulan atau merangkum materi pelajaran yang baru saja di sampaikan
·         Merangsang siswa untk dapat menanggapi atau memberikan  semacam ulasan tentang materi pembelajaran yang telah di sampaikan.
·         Melakukan evaluasi untuk mengetahui kemampuan siswa menguasai materi pembeajaran yang baru saja di sampaikan.

B.     Penerapan metode ceramah

1.      penerapan metode ceramah
Nama                           :  riyanti oktavia
Mata pelajaran             :Aqidah akhlak
Kelas /semester           : X1
Materi                          : Akidah Islam




Kegiatan guru dan siswa


I
Pendahuluan
a.Kegiatan awal:
Apersepsi, memberikan dorong atau motifasi kepadasiswa,memberikan tujuan pembelajaran kepada siswa, dan menyiapkan materi ajar yang akan di ajarkan.

Siswa memperhatikan apa yang yang di jelaskan oleh guru dengan seksama






II
Menyampaikan informasi
Kegiatan inti:
a.       Guru menyuruh siswa untuk melakukan kajian pustaka atau tentang meteri-maeteri yang akan di ajarnya dengan  membaca terlebih dahulu materi akidah islam.
b.       Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk  bertanya tentang materi yang belum di pahami, tentang materi pelajaranakidah islam.
c.       Guru menerangkan sekaligus menyimpulakan materi tentang akidah islam secara seksama.

Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru



III
Pemberian tugas
a.       Guru memberikan tugas kepada siswa-siswa  berdasarkan materi yang  telah di sampaikan.
b.      Guru dan siswa bekerja sama membahas stugas-tugas yang di berikan guru secara bersama
a.       Siswa mengerjakan tugas mereka dengan masing-masing
b.      Siswa memperhatikana penjelasan dari guru






IV
Evaluasi


a.       Mengamati dan melakukan pengamatan belajar siswa satu persatu
b.      Guru memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk menanggapi materi yang sudah di jelaskan oleh guru
c.       Guru memberikan  kesimpulan bersama-sama-sama dengan siswa
a.       Masing-masing siswa mengerjakan tugas dengan saksama
b.      Mendengarkan penjelasan atau kesimpulan dari guru







V
Penutup

a.       Guru bertanya kepada setiap siswa untuk menaggapi bagaimana hasil pelajaran hari ini.
b.      Guru memberikan tugas rumah yang harus di kerjakan
c.       Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang berhasil mengerjakan tugas dengan baik.
d.      Memberikan motivasi  dan nasehat kepada siswa  dan menjelaskan penting nya pendidikan
e.       Guru menutup pelajaran secara bersama-sama
a.       Siswa menjawab pertanyaan guru dan mengenai pembelajaran yang sedang di bahas pada hari ini.
b.      Mendengarkan nasehat guru
c.       Siswamenerima pengharagaan dari guru.


C.    Metode Diskusi

1.      Pengertian

metode ini adalah untuk memecahkan sesuatu permasalahan, menjawab pertanyaan menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan.karena itu, diskusi bukanlah debat yang bersifat mengadu argumentasi diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman,untuk menentukan keputusan tertentu secara bersama-samaselama ini banyak guru yang keberatan menggunakan metode diskusi  dalam pembelajaran, keberatan itu biasanya dari proses asumsi 

a.       Diskusi merupakan metode  yang sulit di prediksi  hasilnya oleh karena antar siswa  muncul secara spontan sehingga arah diskusi sulit di tentukan.
b.      Diskusi biasanya memerlukan waktu yang sangat panjang padahal proses pembelajarannya sangat terbatas sehingga keterbatasan itu tidak dapat menghasilkan sesuatu secara tuntas.

Dilihat dari pengorganisasian materi pembelajaran ada perbedaan yang sangat prinsip di bandingkan metode sebelumnya yaitu ceramah dan demontrasi, kalau metode ceramah dan demontrasi materi pelajaran sudah di organisir sedemikian rupa maka guru tinggal menyampaikannya . tidak halnya dengan diskusi dalam metode ini materi pembelajaran tidak di organisir sebelumnya dan tidak di sajikan secara langsung kepada siswa, materi pembelajaran di organisir oleh siswa itu sendiri, oleh karena tujuan utama dari metode ini bukan hanya sekedar hasil belajar, tetapi yang penting adalah proses belajar.
Secara umum,
Jenis apapun yang di gunakan dalam diskusi menurut Bridgess dalam proses pelaksanaan , guru harus mengatur kondisi agar sebagai berikut :
·         Setiap siswa dapat bicara mengeluarkan gagasan dan pendapat nya.
·         Setiap siswa harus mendengar pendapat orang lain.
·         Setiap siswa harus memberikan respon
·         Setiap siswa harus mengumpulkan atau mencatat ide-ide yang di anggap penting.
·         Melalui diskusi siswa harus dapat mengembangkan pengetahuan nya serta memahami isu-isu yang di bicarakan dalam diskusi.

Kondisi tersebut di tekankan oleh Bridgess karena metode tersebut  merupakan metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran  berbasis pemecahan masalah , strategi ini di harapkan dapat mendorong siswa  untuk dapat meningkatkan kemampuan ilmiah serta dapat mengembangkan pengetahuan siswa.


2.      Kelebihan metode diskusi

3.      Metode diskusi dapat merangsang siswa untuk lebih kreatif khususnya dalam memberikan gagasan dan ide-ide
4.      Dapat melatih untuk membiasakan diri bertukar pikiran dalam mengatasi setiap permasalahan.
5.      Dapat melatih siswa untuk dapat mengemukakan pendapat atau gagasan secara verbal , disamping itu diskusi juga melatih siswa untuk menghargai pendapat orang lain.

3.      Kelemahan metode diskusi

1.      Sering terjadi dalam metode diskusi di kuasai oleh dua atau tiga orang siswa yang memiliki keterampilan berbicara.
2.      Kadang-kadang pembahasan dalam diskusi meluas , sehingga kesimpulan menjadi kabur.

3.      Memerlukan waktu yang cukup panjang, sehingga kadang-kadang tidak sesuai dengan yang di rencanakan
4.      Dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat yang bersifat emosional dan tidak terkontrol , akibatnya kadang-kadang ada pihak yang merasa tersinggung  sehingga dapat menggangu iklim pembelajaran.

4.  Jenis-jenis diskusi

1.      Diskusi kelas

Diskusi kelas atau di sebut juga diskusi kelompok adalah proses pemecahan masalah yang di lakukan oleh seluruh anggota kelas sebagai peserta diskusi. Prosedur yang digunakan dalam diskusi ini adalah:

2.      Guru membagi tugas sebagai pelaksanaan diskusi misalnya, siapa yang akan menjadi moderator siapa yang menjadi penulis
3.      Sumber masalah ( guru, siswa, atau sumber tertentu dari luar ) memaparkan masalah yang harus di pecahkan selama 10-15 menit.
4.      Siswa di berikan kesempatan untuk menaggapi permasalahan setelah mendaftar pada moderator.
5.      Sumber masalah memberi tanggapan

6.      Moderator menyimpulkan hasil diskusi.


1.      Diskusi kelompok kecil

Diskusi kelompok kecil dilakukan dengan membagi siswa dengan kelompok-kelompok, jumlah anggota kelompok antara 3-5 orang . pelaksanaan nya guru menyajikan permasalahan secara umum, kemudian permasalahan tersebut dibagi-bagi ke dalam sub masalah yang harus di pecahkan oleh setiap kelompok kecil , selesai diskusi dalam kelompok kecil, ketua kelompok menyajikan hasil diskusinya.




2.      Simposium

Simposium adalah metode pengajaran dengan membahas suatu persoalan di pandang dari dari berbagai sudut pandang berdasarkan keahlian , simposium dilakukan untuk memberikan wawasan yang luas kepada siswa , setelah para penyaji memberikan pandangannya tentang masalah yang akan di bahas , maka simposuim diakhiri dengan pembacaan kesimpulan hasil kerja  tim perumus yang telah di tentukan sebelumnya.

3.      diskusi panel

Diskusi panel adalah pembahasan suatu masalah yang di lakukan oleh beberapa orang penulis yang biasanya terdiri dari 4-5 orang di hadapan uadiens. Diskusi panel berbeda dengan jenis diskusi lainnya dalam diskusi panel audiens tidak terlibat secara langsung tetapi berperan hanya sekedar peninjau para panelis yang sedang melakukan diskusioleh sebab itu, agar diskusi panel afektif perlu di gabungkan dengan metode lainnya . misalkan dengan metode penugasan . siswa di perintah untuk merumuskan hasil pembahasan dalam diskusi.

5.Langkah-langkah pelaksanaan metode diskusi

1.      Langkah persiapan
Hal-hal yang harus di perhatikan dalam persiapan diskusi diantaranya :

·         Merumuskan tujuan yang ingin di capai , baik tujuan yang bersifat umum maupun tujuan khusus , tujuan yang ingin di capai mesti di pahami oleh setiap siswa sebagai peserta diskusi tujuan yang jelas dapat dijadikan sebagai kontrol dalam pelaksanaan.
·         Menentukan jenis diskusi yang dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, misalnya apabila tujuan yang ingin dicapai adalah penambahasan wawasan siswa dalam mengembangkan wawasan maka simposium dianggap sebagai jenis diskusi yang tepat.
·         Menetapkan masalah yang akan di bahas , masalah yangdapat di tentukan dari isi materi pembelajaran atau masalah-masal yang aktual sedang terjadi di lingkungan masyarakat yang di hubungkan dengan materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang di ajarkan.
·         Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan diskusi misalnya ruang kelas dengan segala fasilitasnya. Petugas-petugas diskusi seperti moderator , notulis dan tim perumus , manakala diperlukan.

2.      Pelaksanaan diskusi
Bebrapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksaan diskusi adalah :
·         Memeriksa segala persiapan yang dianggap dapat mempengaruhi kelancaran dikusi.
·         Memberikan pengarahan sebelum dilaksanakan diskusi , misalnya penyajian tujuan yang di capai serta aturan-aturan diskusi sesuai dengan jenis diskusi yang akan dilaksankan.
·         Melaksankan diskusi sesuai dengan aturan main yang telah di tetapkan,dalam pelaksanaan diskusi hendak lah memperhatiak suasana atau iklimbelajar yang menyenagkan, misalkan tidak tegang , tidak saling menyudutkan, dan lain sebaginya,
·         Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta diskusi untu mengeluarkan agagasan dan ide-idenya.
·         Mengendalikan pembicaran kepada pokok permasalahan yang sedang di bahas hal ini sangat penting sebab tanpa pengendalian biasanya arah pembahasan menjadi melebar dan tidak fokus.

3.      Menutup diskusi
Akhir dari proses pembelajaran dengan mengunakan diskusi hendaklah dilakukan  hal-hal sebagai berikut :

·         Membuat pokok-pokok pembahasan sebagai kesimpulan sesuai dengan hasil diskusi.
·         Me-review jalannya diskusi dengan meminta pendapat dari seluruh peserta sebagai umpan balik untuk perbaikan selanjutnya.







METODE CERAMAH DAN METODE DISKUSI
DOSEN PEMBIMBING
Dr.R.Masykur,M.Pd.
D

I

S

U

S

U

N
OLEH:
NAMA : RIYANTI OKTAVIA
    NPM     : 041025036                                         
   
                                       

FAKULTAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNIVERSITAS   MUHAMMADIYAH LAMPUNG