Kamis, 21 Maret 2013

contoh-contoh proposal PTK


UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN  PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR SMAN 1 GIHAM SUKA MAJU

A.Latar Belakang Masalah
Masalah pendidikan merupakan masalah yang sangat  penting dalam kehidupan tidak akan dapat dipisahkan dari kehidupan semua manusia baik dalam kehidupan keluarga maupun bangsa bernegara,dalam permasalaham maju mundur nya suatu  bangsa atau negara tidak akan pernah terlepas dari maju atau mundurnya pendidikan di negara  tersebut pendidikan merupakan suatu  sarana untuk menuju ke pada  pertumbuhan untuk mengembangkan bangsa yang merupakan salah satu  kewajiban semua manusia di dunia untuk mengenal pendidikan hal ini sesuai dengan semangat undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional ( sisdiknas) yaitu:
. Bahwa undang-udang dasar negara republik indonnesia tahun 1945 mengamatkan pemerintahan dalam dasar mengusahakan dalam menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang menuju suatu meningkatkan keimanan dan ke takwaan kepada tuhan yang maha esa serta akhlak mulia  dalam rangka mencedaskan kehidupan bangsa yang di atur dengan undang-undang[1]
Dari tujuan di atas dapat tercapai apabila di dukung memperhatikan segala tingkah laku anak  sifat baik atau  buruknya agar dapat oleh komponen pendidikan diantara nya orang tua sebagai pendidik utama dalam keluarga tugas orang tua untuk terbatasi segala perbuatan,orang tua mempunyai tugas sangat besar untuk anak mereka menjadi sebagai contoh baik dari perbuatan,prilaku orang tua yang akan diikuti anak mereka, guru sebagai pendidikan di sekolah ,masyarakat dan sarana lainnya,tugas seorang guru  di sekolah membuat anak menjadi cepat tangkap dengan pola pikir yang baik, dalam hal ini guru harus memiliki strategi untuk mengajar anak didik mereka.
Proses pembelajaran pada prinsipnya merupakan pengembangan pola pikir mengenai cara berfikir  manusia yang positif,cara berfikir untuk melakukan suatu pembelajaran yang menurut mereka sulit ditangkap dan mengerti membuat anak malas untuk berfikir serta membuat mereka acuh tak acuh terhadap pembelajaran yang diberikan guru mereka,Hal ini banyak di karenakan dalam suatu sistem pembelajaran yang lebih menekan pada penguasaan kemampuan intelektualnya serta proses  belajar terpusat pada guru  saja di kelas,sehingga keberadaan peserta didik dikelas hanya menunggu uraian guru,kemudian mencatat menghafalnya saja,tanpa ada aktifitas lainnya yang bisa membuat murid semangat untuk menerima pembelajaran yang diberikan oleh guru tersebut.
Dalam Fenomena pembelajaran seperti ini , tentu saja menciptakan suasana kelas yang statis, monoton dan membosankan, bahkan yang memprihatinkan akan mematikan aktifitas dan kreatifitas siswa didik dalam kelas model pembelajaran seperti  yang di jelaskan di atas  dimana peseta didik di beri berbagai pengetahuan dan informasi oleh guru dengan mengabaikan aktifitas dan kreatifitas peseta didik di kelas,peserta didik diposisikan sebagai obyek penampung untuk mendengarkan kata-kata guru tanpa ada satupun  mereka mengerti akan kata-kata yang disampaikan oleh guru sehingga anak tidak akan mendapatkan manfaat dari pembelajaran tersebut.
Proses pembelajaran secara ideal agar bahan yang di pelajari di kuasai sepenuhnya oleh murid dapat di mengerti serta dapat diterapkan dalam pola pikir mereka dengan bertumpu pada pemikiran yang positif, sering kali ada kata-kata yang selalu menyebutkan mastery learning yaitu, belajar tuntas artinya penguasaan penuh  terhadap hal semua materi pembelajaran yang di sampaikan oleh guru di mengerti singkat,padat,jelas sehinga dapat di pahami.
Kemampuan dalam berfikir memerlukan mengingat dan memahami,oleh sebab itu kemampuan mengingat bagian terpenting dalam kemampuan berfikir sebenarnya belum tentu seseorang yang memiliki kemampuan mengingat dan memahami memiliki kemampuan juga dalam berfikir,begitupun sebaliknya kemampuan berfikir seseorang sudah diikuti oleh kemampuan mengingat dan memahami,bakat anak berbeda-beda ada yang tinggi maupun rendah dalam pembelajaran,guru tidak  menyadari kesalahan cara mengajar sehingga murid tidak dapat kita kuasai model pembelajaran secara berfikir mungkin dapat membuat murid untuk lebih aktif tidak bosan dan lemah dalam menerima pembelajarannya banyak cara yang dapat dilakukan seperti diskusi,kerja kelompok, tanya jawab dan masih banyak lainnya,hal pasti akan membuat anak lebih memahami materi yang sedang di bahas pemikiran mereka akan meluas,cepat tangkap,akti serta bebas mengeluarkan pendapat.[2]
Dalam pendidikan tidak terlepas dari suatu metode yang di gunakan untuk menuju tercapainya tujuan pendidikan serta yang di sampaikan oleh guru kepada peserta didik dapat membawa hasil yang baik,sedangkan dalam menyampaikan materi tidak hanya materi tetapi praktek melalui percobaan langsung atau tidak langsung dapat menggunakan alat-alat yang di anggap seperti nyata.
Beberapa peserta didik lebih mudah menerima keterangan yang di berikan oleh temannya karena tidak adanya rasa enggan atau malu untuk bertanya di bandingkan harus bertanya kepada guru, strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir (SPPKB) adalah dalam suatu kelas seorang guru memberi tugas kepada anak-anak muridnya untuk membagi kelompok. diskusi,kemudian setiap kelompok mendiskusikan materi yang di berikan guru ,selanjutnya kelompok satu dengan yang lain saling tanya jawab sehinga anak-anak semuanya berfikir tidak ada yang diam sehingga lebih aktif,kegunaan pembelajaran kemapuan berfikir merupakan salah satu pendekatan yang di harapkan dapat memberi peran aktif dalam melaksanakan  pembelajaran dengan peserta didik agar mereka dapat memahami dan  mengerti dengan materi yang di terima anak didik serta tidak mudah untuk di lupakan.[3]
Melalui  strategi kemapuan berfikir yang kita gunakan dapat memper mudah guru untuk memberikan materi membuat anak mengerti akan materi yang telah di sampaikan sehingga mudah di pahami tidak hanya belajar dengan sekali lewat saja, dalam pembelajaran ini juga dapat menngunakan bahasa yang tidak baku atau baku bila dua kata itu kita gunakan dalam pembelajaran maka anak-anak tidak akan jenuh mendengarkan materi yang disampaikan.
Strategi pembelajaran peningkatan  kemampuan berfikir di lakukkan untuk melatih daya ingat anak-anak murid sehingga pola pikir mereka tidak buntu hanya pada satu program saja dengan adanya pembalajaran itu kemampuan berfikir daya serap mereka akan lebih jauh membaik di bandingkan dengan hanya belajar menggunakaan pembelajaran yang diberikan guru di depan kelas guru hanya berbicara dan menjelaskan tetapi murid tidak aktif dan mati di dalam kelas sehingga murid merasa ngantuk, jenuh dalam kelas peran guru mengawasi kelancaran serta pelaksanaan pembelajaran dengan memberi pengarahan serta menaggapi semua pertanyaan yang dianggap murid tidak mengerti dengan bahan atau materi yang sedang mereka kerjakan serta kejanggalan yang mereka hadapi setiap mengerjakan tugas yang diberikan  guru mengarahkan dan memperhatikan siswa agar tidak mendapatkan kesulitan.
Motivasi belajar adalah merupakan landasan  sebagai penyemangat siswa dalam kegiatan belajar mengajar peserta didik yang  motivasi nya tinggi dan pola pikirnya slalu baik maka akan cepat tangkap dalam menerima materi yang di berikan,sebaliknya bagi anak didik yang motivasinya rendah susah untuk menerima materi yang di berikan karena anak didik tersebut malas untuk berfikir hal ini tidak akan dapat merubah pola fikir anak tersebut karena tidak ada yang dapat merubah kecuali keinginannya sendiri.[4] hal ini sebagai firman Allah SWT yaitu:

Artinya :
”,  sesunnguhnya allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka sendiri yang akan mengubahnya. [5]

Motivasi belajar peserta didik harus ditumbuhkan dengan baik agar  memiliki motivasi   yang tinggi dalam belajar dapat ditingkatkan keberhasilannya, Sehubungannya dengan ada kebenaran itu ada yang berpendapat bahwa “  faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi itu adalah perhatian , kebiasaan, usaha dan minat”[6]

Dalam penggunaan strategi pembelajaran peningkatan  kemampuan berfikir sebagai guru pendidikan agama islam harus mampu memberikan motivasi kepada peserta didik agar belajar semaksimal mungkin setiap melakukan pembelajaran agama islam maupun yang lainnya strategi pengajaran peningkatan  kemampuan berfikir dapat digunakan agar anak didik lebih aktif menerima materi yang anggap sulit untuk di cerna serta dipahami banyak membaca dan menggali informasi lainnya di berbagai media juga dapat menambah pengetahuan murid agar pemikiran tambah meluas dari segi positif.
Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir adalah model pembelajaran yang banyak  digunakan orang  untuk pendidikan yaitu  di gunakan dengan  memanfaatkan otak anak untuk melatih daya pikir mereka dengan diskusi atau kelompok membuat mereka lebih aktif, saling membuka wawasan,  serta saling mengeluarkan setiap pendapat dengan cara ini semua anak  didik dapat bertukar fikiran yang menghasilkan jawaban pada akhir pembelajaran yang mereka lakukan dengan di perjelas oleh guru mereka kembali.[7]
Peserta yang memiliki motivasi belajar yang baik dapat di lihat dari indikasi dibawah ini:
1.      Dalam diskusi anak didik tersebut selalu memberi tanggapan
2.      Selalu memberikan pertanyaan kepada kelompok lain dalam melakukan diskusi.
3.      Jika teman lain tidak bisa menjawab pertanyaan dia akan menjawab pertanyaan itu.
4.      Selalu bisa memecahkan masalah dalam pembelajaran.
5.      Dapat menjawab pertanyaan yang di berikan oleh guru dengan tepat,
6.      Saling melakukan tanya jawab pada teman yang lainnya dengan cara demontrasi.

Upaya yang dapat di lakukan oleh guru pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan semangat belajar peserta didik khususnya dalam penggunaan pembelajaran kemampuan berfikir bagi peserta didik yang semangat  belajarnya rendah yaitu :
1.      Memberi semangat kepada anak didik tersebut dengan memberi pujian di setiap hasil tugas-tugasnya.
2.      Memberikan dorongan kepada peserta didik untuk tetap belajar.
3.      Lebih memperhatiakn aktifitas anak didik tersebut dalam keseharian
4.       Mengajak bicara dengan baik , agar anak tersebut ingin menceritakan apa yang ada dalam masalah hidupnya.[8]

B.RUMUSAN MASALAH
Masalah adalah kesenjangan antara harapan dan sesuatu yang harus ada dengan kenyatan yang ada.[9] Selain itu masalah juga  adalah suatu bentuk pertanyaaan yang perlu di
cari jawabnnya,atau segala hambatan dan kesulitan yag perlu di singkirkan.[10]
Berdasarkan latar belakang masalah yang di paparkan di atas,maka permasalahnya dapat dirumuskan sebagai berikut “Apakah melalui strategi pembelajaran peningkatan  kemampuan berfikir dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SMAN 1 Giham Suka Maju Kecamatan Sekinca Kabupaten Lampung-Barat?”

C.Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.      Tujuan Penelitian
a.     Untuk mengetahui dan mendeskripsikan ada upaya guru pendidikan Agama Islam Dalam meningkatkan semangat belajar melalui strategi pembelajaran peningkatan kemampunan berfikir di sekolah  SMA N 1 Giham Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung-Barat.
b.     Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan semangat  belajar melalui strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir di SMA N 1Giham Suka Maju Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung-Barat.
2.      Kegunaan Penelitian.
a.       Bagi sekolah penelitan ini di harapkan memberi kontribusi positif dalam menentukan berbagai kebijakan khusus dalam hal peningkatan mutu kegiatan belajar.
b.      Bagi guru penelitian ini di harapkan sebagai motivasi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas penggunaan strategi pembelajaran kemampuan berfikir  sehingga hasil yang di peroleh benar-benar berdampak secara keseluruhan terhadap   peserta didik.
c.       Bagi peneliti,meberi wawasan aplikatif teoritik dan praktis dalam bidang pembelajaran yang telah disampaikan dengan menggunakan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir.
D.Kerangka Pikirikiran
Menurut dosen universitas muhammadiyah lampung dalam bukunya Menulis Karya ilmiah, kerangka berfikir atau kerangka pemikiran adalah dasar pemikiran dari penelitian yang disentensiskan dari fakta-fakta yang ada kerangka pemikiran juga sebagai penalaran yang akan di gunakan dalam memecahkan masalah dalam  penelitian,hal ini lebih bersifat operasional.[11] motivasi belajar adalah sebagai penyemangat yang di berikan pendidik untuk peserta didik dan mempersiapkan mental dalam melakukan sesuatu,proses perubahan tingkah laku baik fisik atau non fisik , kemampuan berfikir yang aktif dan positif serta berharap anak didik yang mempunyai pemikiran yang luas  kemampuan dan kecakapan yang tepat karena adanya suatu usaha dalam mencapai kesempurnaan.
orang tua sebagai pendidik utama dalam keluarga tugas orang tua untuk merbatasi segala perbuatan,orang tua mempunyai tugas sangat besar bagi anak mereka sebagai contoh baik dari perbuatan,prilaku orang tua yang akan diikuti anak mereka, Guru pendidikan agama islam sangat berperan penting dalam meningkatkan motivas minat serta keinginan belajar peseta didik yaitu semaksimal mungkin terhadap semua pelajaran.walaupun suka atau tidak suka dengan pelajaran tersebut hal ini timbul karena pemikiran atau pola pikir mereka secara garis besar sudah mengarah ke pemikiran yang negatif dengan pelajaran yang akan di berikan pendidik yang tidak memiliki atau  mempunyai strategi dalam mengajar oleh sebab itu, guru harus berupaya meningkat motivasi belajar peserta didik salah satunya yang digunakan strategi.
Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir adalah suatu pendekatan yang di harapkan ada peningkatan kemampuan berfikir  yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berfikir siswa melalui telaah fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang bertumpu pada  pengembangan peningkatan  kemampuan berfikir artinya tujuan yang ingin di capai yaitu bukan hanya siswa tetapi,menguasai sejumlah materi pembelajaran,bagaimana siswa dapat mengasah atau mengembangkan gagasan-gagasan dan ide-ide melalui kemampuan berbahasa verbal hal ini di dasarkan kepada asumsi bahwa kemampuan berbicara secara verbal merupakan salah satu kemampuan berfikir, pengalaman sosial atau ide-ide yang di alami oleh anak sehari-hari atau berdasarkan kemampuan anak itu yang  mendeskripsikan hasil pengamatan mereka terhadap berbagai fakta dan data yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari.

Di bawah ini di gambarkan kerangka pemikiran  penerapan strategi pembelajarn peningkatan kemampuan berfikir siswa yaitu:


Motivasi orang tua dan pendidik atau guru
Untuk siswa mepunyai pola fikir yang luas serta kemampuan berfikir melalui strategi pembelajatan peningkatan kemampuan
 







E. Metodologi Penelitian
Menurut Noeng Muhadjir metodologi penelitian yaitu membahas segala konsep teoritik berbagai metode, baik kelebihan maupun kekurangannya dalam kajian ilmiah yang kemudian di lanjutkan dengan pemilihan metode yang terbaik untuk digunakan.selanjutnya Noeng Muhadjir juga berpendapat metodologi penelitian adalah ilmu-ilmu atau cara-cara  yang digunakan untuk memperoleh kebenaran menggunakan penelusuran dengan tata cara tertentu dalam menggunakan kebenaran tergantung realitas yang sedang di kaji.[12]
Karena fokus penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambar di lapangan tentang strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir siswa pendidikan agama islam,berikut uraiannya.

1.      Subyek dan Obyek Penelitian
Subyek penelitian ini  adalah peserta didik kelas VII SMA N 1 Giham Suka Maju Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung-Barat.
Sedangakn obyeknya adalah strategi pembelajaran peningkatan kemampuan befikir (SPPKB)siswa pendidikan agama islam SMA N 1Giham Suka Maju Kecamatan.Sekincau Kabupaten Lampung-Barat.

2.      Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian yang di fokuskan pada situasi kelas atau lazim di sebut dengan penelitian tindakan kelas (PTK) adalah salah satu jenis penelitian tidakan yang dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.Menurut Suharsimi Arikunto, dkk. Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah kelas secara bersama.[13]  PTK merupakan penelitian tindakan yang di laksanakan oleh guru dalam kelas, PTK dalam hakikatnya meupakan suatu rangkaian “riset tindakan“ yang di lakukan secara siklus dalam rangka untuk memecahkan masalah, sampai masalah itu terpecahkan.Pada umumnya PTK di bagi dua jenis ,yakni PTK individual, yakni guru sebagaian peneliti , dan ke dua PTK koloboratif , yakni guru bekerja sama dengan orang lain sebagai peneliti dan sebagai pengamat.[14]



3.      Langkah-Langkah Penelitian PTK
   Tindakan
Perencanaan
                                                                                               

Observasi dan evaluasi

 


                                                                     Siklus I

                                                           
         Analisis dan Refleks



        Tindakan


perencanaan

Observasi dan evaluasi
 


                                                                   Siklus II



         Analisi dan Refleksi


Proses pelaksaan berdasarkan siklus diatas dapat dirinci sebagai berikut:
a.       Pelaksaan Tindakan
1.      Tahap persiapan
a.       Permintaan izin penelitian
b.      Observasi dan wawancara. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran awal tentang objek penelitian secara keseluruhan dan keadaan  proses pembelajaran tempat yang akan di teliti.
c.       Melakukan identifikasi permasalahan dalam pelaksaan pembelajaran, selanjutnya merumuskan persoalan bersama-sama antara guru dan peneliti  baik menyangkut permasalahan guru maupun peserta didik.
2.      Tahap perencanaan
a.       Merumuskan spesifikasi alternatif sementara dalam meningkatkan motivasi belajar melalui strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir.
b.      Menyusun rancangan pelaksanaan tindakan berdasarkan penerapan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir , mencakup pembahasan materi,dan media pembelajaran yang relevan dengan materi pelajaran, dan menentukan nilai berdasarkan tes sikap pada pokok kajian yang akan diamati.
c.       Menjelaskan kepada guru cara menggunakan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir dalam materi yang akan di bahas.
3.      Pelaksaan/ implementasi tindakan
Setelah diperoleh gambaran keadaan kelas,aktifitas peserta didik, serta perhatian , perilaku peserta didik, sarana belajar,pengetasan daya tangkap peserta didik,maka dilakukan tindakan yaitu,melalui strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir Ketepatan dan kecepatan peserta didik dalam menjawab setiap pertanyaan yang di berikan oleh guru.
a.       menyampaikan tujuan pembelajaran
b.       menyampaikan materi secara garis besar
c.       kegiatan pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran peningkatan berpikir
4.      Observasi atau Pengamatan
Observasi berfungsi sebagai proses pendokumentasian dampak dari tindakan yang menyediakan informasi untuk tahap refleksi,dalam pelaksanaan penulis hanya mengamati atau mencatat apa-apa yang penulis lihat sesuai dengan kebutuhan penelitian.observasi yang di maksud untuk memperoleh gambaran sejauh manakah motivasi pelajar siswa SMAN 1 Giham Suka Maju menerima suatu pembelajaran dengan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir.
5.      Refleksi
Kegiatan refleksi mencakup kegiatan analisis dan interprestasi atau informasi hasil yang yang di peroleh dari tindakan kelas yang telah di laksanakan,akan di analisis untuk memastikan bahwa dengan penerapan strategi pembelajar peningkatan kemampuan  berpikir untuk meningkatkan semangat belajar, motivasi, keinginan peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.dalam menganalisis data akan digunakan prosedur dan teknik-teknik yang sesuai dengan tujuan yang akan di capai dan ada nyatanya , yakni dengan cara memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan pengetahuan-pengetahuan dalam pembelajaran agama islam melalaui pemikiran anak didik itu sendiri  sehingga ia akan mendapat pengetahuan yang baru dan dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik
6.      Evaluasi dan Revisi
Analisis dan interpprestasi hasil pelaksaan tindakan menjadi dasar untuk melakukan evaluasi dalam menentukan keberhasilan atau pencapaian tujuan tindakan. Dalam penelitian ini evaluasi yang dilakukan adalah (1) evaluasi jangka pendek,yaitu evaluasi dilakukan setiap kali tindakanat atau pembelajaran untuk mengetahui keberadaan hasilan dalam suatu tindakan (2) evaluasi yang dilakukan untuk setiap putaran atau siklus untuk mengetahui tingkat pencapaian tindakan.

4.      Alat pengumpulan data
Untuk memperoleh data yang valid pada suatu penelitian , maka prosedur pengumpulan sangat membantu dan menentukan kualitas dari penelitian dengan kecermatan memilih dan menyusun. Prosedur pengumpulan data ini akan memungkinkan tercapainya pemecahan masalah yang valid.
`Prosedur pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah:  Observasi,Wawancara, Tes dan Dokumentasi.
a.       Metode Observasi
Observasi adalah “ pengamatan langsung terhadap fenomena obyek yang diteliti secara obyektif dan hasilnya akan dicatat secara sistematis agar diperoleh gambaran yang lebih konkrit dan kondisi dilapangan”. [15]
Dengan demikian pengamatan atau observasi dapat dilaksankan secara langsung dan sitematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian untuk memperoleh data tentang segala sesuatu yang berhubungan tentang penelitian yang dilaksanakan,dengan kata lain penelitian terjun langsung kelapangan yang akan diteliti ,dalam hal ini peneliti ikut langsung saat proses pembelajaran berlangsung dalam kelas,tujuannya agar terdapat gambaran yang tepat untuk objek penelitian.
Observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan di kelas selama proses pembelajaran langsung kegiatan yang diamati meliputi aktifitas peneliti sebagai pengajar dan aktifitas peserta didik selama mengikuti pembelajaran.
b.      Metode Wawancara
wawancara adalah suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu ini merupakan proses tanya jawab lisan, dimana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik[16]
Menurut Banister dkk wawancara adalah percakapan dan tanya jawab yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Wawancara kualitatif dilakukan bila peneliti bermaksud untuk memperoleh pengetahuan tentang makna-makna subjektif yang dipahami individu berkenaan dengan topik yang diteliti, dan bermaksud melakukan eksplorasi terhadap isu tersebut, suatu hal yang tidak dapat dilakukan melalui pendekatan lain.[17]
Wawancara ini dilakukan untuk memperoleh data tentang persiapan pembelajaran yang dibuat oleh guru mata pelajaran,bagaimana proses materi pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir.
Wawancara dilakukan untuk menelusuri dan mengetahui sejauh mana  pemahaman siswa (subyek wawancara) menerima materi ajaran yang diberikan sipendidik dengan menggunakan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir .wawancara dilakukan pada subyek wawancara diakhir pembelajaran dan didasarkan pada format wawancara yang di sediakan peneliti.

c.       Tes
Tes yang akan dilakukan adalah tes awal dan tes akhir,tes awal dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menerima materi ajar sebelum menggunakan strategi pembelajaran kemampuan berfikir.materi yang akan diberikan dalam tes awal adalah materi yang telah dipersiapkan guru pendidik.tes awal ini juga dimaksudkan untuk menetukan dimana akan dilaksanakannya subyek wwancara yang di ambil si peniliti dari beberapa kelas hanya satu kelas saja yang benar-benar pola fikir dalam pembelajaran sangat minim.sedangkan tes akhir dimaksudkan untuk mengetahui penguasaan materi yang telah diberikan guru pendidik setelah menggunakan strategi pembelajaran kemampuan berfikir akan bertambah baik atau sebalinya.
d.      Metode Dokumentasi
Suharsimi Arikunto menyebutkan studi dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal yang variabel berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, agenda, dan sebagainya. Metode dokumentasi penulis gunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan data sekunder,seperti data jumlah penduduk menurut usia sekolah , dan fasilitas, dan lain sebagainya.[18]
Metode ini di gunakan untuk cara mendapat data tentang kondisi  obyektif SMA N 1 Giham Suka Maju Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung-Barat seperti sejarah tentang berdirinya. visi dan misi, struktur organisasi, keadaan peserta didik, keadaan guru,keadaan sarana dan prasarana dan lain-lain.

5.      Teknik Analisis Data
Menurut Lexy J. Moleong menjelaskan bahwa analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikanya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar.[19]

Menurut Taylor mendefinisikan analisis data sebagai proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis. Jika dikaji, pada dasarnya definisi pertama lebih menitikberatkan pengorganisasian data sedangkan yang ke dua lebih menekankan maksud dan tujuan analisis data. dengan demikian definisi tersebut dapat disintesiskan bahwa analisis data merupakan  proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang didasarkan oleh data.[20]

a.       Pengumpulan Data
Data yang terkumpul akan terdiri dari hasil tes,wawancara,catatan lapangan,dan angket.analisis data akan dilakukan setiap kali setelah pemberian suatu tindakan
b.      Reduksi Data
Reduksi data adalah kegiatan menyeleksi, menfokuskan dan menyederhanakan semua data mentah dan kasar yang telah diperoleh.reduksi data dapat dilakukan dengan memilih,menyederhanakan,menggolongkan sekalian menyeleksi informasi yang relevan dengan masalah penelitian.hal ini dilakukan unuk memperoleh informasi yang jelas sehingga peneliti dapat menarik kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan.


c.       Penyajian Data
Penyajian data adalah kegiatan menyajikan hasil reduksi data secara naratif sehingga memungkinkan penarikan kesimpulan dan keputusan pengambilan tindakan.data yang telah disajikan tersebut selanjutnya dibuat penafsiran dan evaluasi untuk tindakan selanjutnya hasil penafsiran dan evaluasi dapat berupa: perbedaan antara jenis penelitian dan pelaksaan tindakan,perlunya perubahan tindakan,alternatif tindakan yang dianggap tepat,persepsi peneliti,  guru, dan teman sejawat mengenai tindakan yang telah dilaksanakan, serta kendala-kendala yang muncul dan alternatif pemecahannya.
d.      Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi
Penarikan kesimpulan dan verifikasi adalah memberi kesimpulan terhadap hasil penafsiran dan evaluasi.kegiatan ini juga mencakup pencarian makna data serta pemberian penjelasan.kegiatan verifikasi merupakan kegiatan mencari validitas kesimpulan.kegiatan yang dilakukan adalah menguji kebenaran,kekokohan,dan kecocokan makna yang ditemukan.



[1] Tim penyusun undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional ( jakarta:sinar grafika,2003), hal.3.

[2] Departemen Agama RI,AL,Qur’an dan Terjemahnya,( Semarang :Toha Putra 1989),hlm.862
[3] Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, ( Jakarta:Cipta,1986,hlm 77.
[4] Leni Setiawati, Analisis Diagnostik Kesulitan Belajar Melalui Strategi Pembelajaran Peningkatan  Kemampuan Berfikir( Bandung:Sinar Grafika, 2008, hlm. 11.
[5] Departemen Agama RI,OP.Cit,hlm.370
[6]  Nana sudjana , cara belajar siswa aktif proses belajar mengajar , ( bandung:sinar baru ,1989), hal.6
[7] Sanjaya,Wina (2002 ).Pengembangan Model pembelajaran Metode Klinis bagi Peningkatan Kemampuan Berfikir Siswa dalam Pembelajaran
[8] Sadirman AM,Interaksi  dan Motivasi Belajar Mengajar , ( Jakarta : Rajawali Press,1990) hlm,93
[9] S. Margono, metodologi penelitian pendidikan ,(jakarta:rineka cipta,2003),h,54
[10] Muhammad ali ,penelitian pendidikan ,prosedur dan strategi, (bandung:aksara,1998)

[11] Dalman, menulis karya ilmiah ( bandar-lampung,2011),184
[12] Noeng Muhadjir,Metode Penelitian pendidikan kualitatif.,hlm 127.

[13] Suharsimi arikunto , dkk.penelitian tindakan kelas , Rineka Cipta , jakarta 2002 , hlm,3.
[14] Wahidmurni dan Nur Ali, penelitian tindakan kelas , UIN Pres , Surabaya , 2008,HLM 41
[15] Ibid., hlm.136
[16] Kartono ,(metodologi penelitian,1980),hlm.171
[17] Banister dkk,Metodologi Penelitian kualitatif.72-73
[18] Suharsimi Arikunto , Op.Cit,hlm.202.

[19] Lexy J. Moleong,Op.Cit.,hlm,103.
[20] Taylor,Op.Cit,hlm. 79.